Headlines News :

Hutan Buatan Modern Di Singapura

Talinews.com, Singapura – Pohon tinggi yang didisain dengan konsep arsitektur yang modern, menjulang di antara gedung tinggi Singapura. Pohon-pohon yang seluruhnya terbuat dari potongan besi kuat itu, akan dijadikan hutan buatan dan menjadi satu atraksi wisata unggulan di Singapura.

Jembatan yang tergantung tinggi di puncak 'pohon' menawarkan pemandangan panorama daerah sekitarnya. (Gambar: Dailymail)
Hutan buatan yang merupakan taman kota ini akan segera diluncurkan pada 29 Juni mendatang. Bentuk pohon yang didisain dengan sangat unik itu, akan membuat banyak orang yang melintas di depan taman penasaran akan keindahannya. Apalagi, hutan yang dibuat oleh Gardens By The Bay itu, memiliki latar belakang Pantai Marina yang menyuguhkan aroma khas nan segar.

 
Berdasarkan berita yang dilansir dari Dailymail, Senin (30/4), pengunjung hutan buatan bisa menikmati panorama sekitar taman melalui jembatan udara yang disebut Skyway OCBC. Tinggi jembatan udara itu adalah sekitar 22 meter dari atas tanah, dan terhubung dengan Supertrees yang menjulang ke langit mencapai 42 meter.

Acara pembukaan hutan buatan ini rencananya akan menampilkan dua daya tarik utama, cahaya dramatis OCBC dan irama alam. Peresmian akan dilaksanakan pada 2 Juli, dengan tampilan efek khusus multimedia.

Selanjutnya, tampilan tersebut akan tetap diberlakukan setiap malam. Taman kota ini dilengkapi pohon yang memiliki batang beton kolosal dengan berat ratusan ton. Sementara itu, ribuan batang kawat tebal digunakan untuk membentuk cabang buatan dan kanopi. Ini akan menciptakan ruang hijau yang luas di distrik Selatan Marina, yang akan menjadi modal botani dunia.

Supertrees yang menjulang tinggi akan sulit untuk dilewati oleh ribuan orang. Diperkirakan, pengunjung akan disediakan daerah rekreasi, di bagian bawah pohon beton. Setiap Supertree akan ditambahkan kanopi dengan berat sekitar 20 sampai 85 ton, yang akan diangkat selama tiga sampai empat jam, oleh sistem hidrolik.

Rangka baja kemudian ditambahkan ke bagian sisi, untuk menghasilkan warna alam hutan. Pakar lingkungan bahkan telah merancang untuk menambah panel surya di tujuh dari Supertree. Energi surya yang dihasilkan akan digunakan untuk menerangi area di bawah ini. Taman gantung dan tangkapan air hujan akan ditambahkan ke pohon-pohon.

Ketika sudah selesai seluruhnya, akan terlihat struktur cluster konservatori hijau. Di dalam Supertree akan ada tanaman dari seluruh dunia. Taman ini juga akan menjadi rumah bagi Festival Taman Singapura.

Taman di Marina Selatan itu adalah satu dari tiga proyek taman tepi laut. Dua lainnya dibangun di Marina Timur dan Marina Pusat. Rencananya, akan terbentuk lingkaran tanaman hijau yang saling berhubungan, dengan tiga taman yang membungkus sekitar kawasan Marina Bay.

"Mereka harus ringan, mereka harus dipertahankan dan kuat, dan sejumlah besar upaya telah dilakukan untuk mencari tanaman yang benar-benar dapat dipertahankan untuk tumbuh," kata Kenneth Er dari Gardens by the Bay. (art)

08.10 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Video Beruang Jatuh Dari Pohon Depan Kampus

Talinews.com, Colorado – Seekor beruang hitam berbobot 200 pound masuk ke halaman Universitas Colorado dan memanjat sebuah pohon di halaman kampus itu. Keberadaan beruang membuat para mahasiswa panik dan sangat ketakutan.

Kejadian unik, seekor beruang hitam jatuh dari pohon di Universitas Colorado (Foto: Dailymail)
Melihat ada beruang di lingkungan kampus, seorang mahasiswa pun berinisiatif langsung menelepon petugas margasatwa. Tak beberapa lama, petugas datang membawa perlengkapan untuk menyelamatkan beruang dan menenangkan para mahasiswa.

Seorang petugas satwa liar berjalan untuk mengamankan beruang hitam jantan setelah ia jatuh.
Menurut petugas satwa beruang ini memanjat pohon di kampus UC dan telah berada diatas pohon tersebut sekitar dua jam.
Petugas margasatwa langsung membentangkan matras di bawah pohon. Setelah semua dipersiapkan, seorang petugas membidik senapan berisi peluru bius, agar beruang itu bisa segera diringkus dan dilepaskan kembali ke habitatnya. Tak lama, beruang itupun melepaskan pegangannya dari dahan pohon dan jatuh di matras.

Beruang yang memanjat pohon setinggi 15 kaki itu dikabarkan sebagai hewan liar yang berasal dari hutan sekitar. Menurut juru bicara kebun binatang Colorado, Jennifer Churchill, beruang akan dilepaskan di hutan bagian barat pegunungan Boulder.

Setelah jatuh beruang itu kelihatan sedikit pusing dan seperti tak mau beranjak dari atas matras.
Kejadian yang terjadi di kampus UC menjadi tontonan menarik bagi mahasiswa karena ini merupakan kejadian yang tidak biasa.
Setelah di beri tanda akhirnya beruang hitam ini dilepaskan di daerah utara pegunungan Boulder.
Churchill mengatakan bahwa beruang yang masuk ke pemukiman penduduk disebabkan oleh faktor hibernasi. Beruang itu menuju pemukiman penduduk untuk mencari makan.


(art)

21.12 | Posted in , , , , | Read More »

Please share :

Fenomena Alam ‘Jari Dingin Kematian’ Di Antartika

Fenomena alam yang disebut "Jari Dingin Kematian" (Gambar: Foxnews)
Talinews.com – Banyak kejadian alam unik yang jarang kita ketahui dengan lebih detil. Seperti mengenai fenomena alam 'jari dingin kematian' yang terjadi di Antartika, dimana bisa menyebabkan kematian banyak organisme air di dekatnya.

Fenomena ini sebenarnya adalah suatu brinicle (air garam es), yang mengalami pembekuan akibat suhu udara yang sangat dingin. Bila fenomena alam ini terjadi, akan timbul kondisi yang buruk dan merusak kondisi alam di lingkungannya.

Menurut berita yang dilansir dari Fox News, Kamis (26/4), fenomena alam menakjubkan ini baru pertama kali terekam dalam kamera, yang dibuat dalam bentuk film untuk seri khusus Discovery Channel, Frozen Planet.

Momen ini berhasil dibuat oleh kameraman Hugh Miller dan Doug Anderson, yang menggunakan kamera antar waktu, saat merekam peristiwa yang terjadi di bawah lapisan es Antartika. Banyak kendala yang dialami dua kameraman itu. Seperti kondisi dingin yang ekstrem dengan temperatur di bawah nol.

"Sedikitnya penelitian mengenai brinicle membuat kita sulit untuk mengetahui kapan dan bagaimana fenomena itu akan terbentuk. Kejadian ini cenderung membentuk es dalam kondisi yang sangat dingin, hingga bisa mengganggu lingkungannya dan gerakan aliran air garam," ujar produser film, Kathryn Jeffs.

Berbekal sedikit informasi mengenai brinicle, Jeffs dan krunya menuju kaki gunung Erebus, suatu gunung berapi terpencil di Antartika. Para kru menghadapi kondisi beberapa kali kendala teknis dan sulitnya menjangkau lokasi akibat medan es yang ekstrem.

"Namun, semua tantangan tersebut terbayar dengan hasil yang didapatkan. Kru menyelam untuk menentukan lokasi kamera yang akan diletakkan keesokan harinya, untuk merekam kejadian alam itu. Hasil rekaman menangkap dengan jelas proses terjadinya brinicle. Bahkan, tertangkap pula fenomena 'sungai kematian' dimana organisme air mati karena kadar salinitas yang tinggi dan membeku," kata Jeffs.

Penasaran seperti apa 'jari dingin kematian' atau brinicle itu terbentuk? Berikut Talinews tampilkan rekaman videonya.


(art)

16.34 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Mwanza, Kadal Batu Spiderman

Talinews.com, Kenya – Tokoh superhero Spiderman keluaran Marvel, sangat familiar di kalangan pecinta film. Kostumnya yang didominasi warna biru dan merah, sangat khas dan mencolok. Nah, 'kostum' itu hampir sama seperti warna tubuh kadal batu Mwanza, yang kebanyakan ditemukan di Tanzania, Kenya, dan Rwanda.

Secara keseluruhan, kulit tubuh kadal batu Mwanza terdiri atas beberapa warna. Seperti merah, biru, sedikit corak coklat dan putih. Namun, kadal ini bisa berubah warna bila sedang ketakutan dan menonjolkan warna lain, oranye, kuning emas, dan hijau.

Kadal batu Mwanza merupakan spesies hewan yang berasal dari Famili Agamidae. Makanan kadal ini adalah belalang, jangkrik, dan cacing. Warna spiderman menunjukkan kadal jantan, sedangkan Mwanza betina berwarna coklat kusam.

Gambar kadal batu Mwanza pertama kali tersebar di internet di tahun 2009, saat diunggah oleh seorang fotografer bernama Roy Daines, saat melakukan liburan di Kenya. Saat ini, kadal batu Mwanza sangat terkenal sebagai hewan peliharaan yang eksotik, dengan warna-warni tubuhnya yang sangat indah.

Mau melihat aneka rupa hewan ini? Berikut Talinews tampilkan foto-foto kadal batu Mwanza.

Image: Amusing Planet
Image: Amusing Planet
Image: Amusing Planet
Image: Amusing Planet
Image: Amusing Planet
Image: Amusing Planet
Image: Amusing Planet
(art)

19.01 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Jari Orangutan Pelangsi Membusuk Di Hutan Ketapang

Talinews.com, Ketapang – Orangutan masih tetap menjadi hewan buruan yang dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawab, dengan memasang ranjau berupa jerat untuk menangkap satwa khas Kalimantan. Seperti yang terjadi di hutan Pelangsi, Ketapang, Kalimantan Barat.

Gambar ini menunjukkan, orang utan Pelangsi terpaksa menggerogoti tangannya sendiri dalam upaya untuk membebaskan diri (Foto: Dailymail)
Seekor orangutan ditemukan oleh tim penyelamat satwa lokal dari International Animal Rescue (IAR), yang mendapatkan laporan dari warga setempat. Orangutan itu terjebak dalam jeratan di sebuah pohon dengan kondisi mengenaskan, dimana jari tangannya membusuk.

Petugas medis penyelamatan hewan sedang berjuang untuk menyelamatkan orangutan muda ini, ia terjebak selama sepuluh hari, hanya dengan air hujan membuatnya tetap hidup
Seorang petugas medis memeriksa tangan Pelangsi yang hancur
Menurut berita yang dilansir dari Dailymail, Kamis (12/4), orangutan itu sudah terjebak beberapa hari. Akibat kelaparan dan kehausan, orangutan bernama Pelangsi menggerogoti jari tangannya untuk menghapus rasa lapar dan haus.

Saat ini Pelangsi sudah mulai pulih dari penderitaannya, meskipun petugas medis hewan harus mengamputasi bagian tangannya yang rusak untuk menyelamatkan lengannya
Nama Pelangsi diberikan kepada orangutan itu, berdasarkan nama lokasi hutan tempat ditemukannya orangutan itu. Fotografer yang mengambil gambar, Chris Skone-Roberts, mengatakan bahwa tim dari IAR memperkirakan Pelangsi bisa bertahan hidup.

"Tapi, orangutan itu harus cukup kuat sebelum tim melakukan amputasi pada tangannya yang mulai membusuk dan hancur," ujar Roberts, yang juga berkerja di IAR.

Orangutan ini dibius dan dibawa pergi oleh beberapa orang untuk penanganan lebih lanjut
Proses pemulihan orang utan Pelangsi ini akan memakan waktu cukup lama sebelum ia cukup baik untuk dilepaskan kembali ke alam bebas
Tindakan penyelamatan cepat dilakukan oleh tim IAR, setelah mendapatkan laporan warga mengenai penemuan orangutan yang terjerat tangannya. Tim juga memperlakukan Pelangsi laiknya pasien yang memerlukan tindakan medis. (art)

02.03 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Foto Aksi Serempak Selamatkan Bumi Dalam Earth Hour

Para aktivis menyalakan lilin mereka dengan latar belakang gedung-gedung yang mematikan lampu dalam rangka memperingati Earth Hour di kawasan bisnis utama di Jakarta, Indonesia (Foto. Dailymail)
Talinews.com – Aksi serempak yang dilakukan oleh orang-orang peduli lingkungan di seluruh dunia, tampak dalam Earth Hour, Sabtu (31/3).

Aksi tersebut dilakukan dengan mematikan lampu dan alat listrik yang tidak diperlukan. Meski tidak semua orang ikut serta dalam aksi ini, Earth Hour tetap bisa menggerakkan kepedulian besar untuk menyelamatkan bumi dari ancaman perubahan iklim.

Banyak bangunan di 153 negara yang berpartisipasi dalam aksi ini, mematikan lampu yang tidak diperlukan.

Seperti apa suasana Earth Hour 2012 yang terjadi di beberapa negara di dunia? Berikut Talinews tampilkan foto-fotonya, seperti yang dilansir dari Dailymail, Minggu (1/4).

Cakrawala kota Sydney sebelum dan pada saat peringatan Earth Hour
Gedung Parlemen Inggris dan Big Ben sebelum dan pada saat Earth Hour
Menara Eiffel sebelum dan pada saat Earth Hour di Paris
Jembatan Sydney Harbour tampak menghilang dari langit ketika lampu dimatikan
Demi Earth Hour lampu di gedung Empire State pun dimatikan
Jembatan Brooklyn dilihat sebelum lampu dimatikan New York seperti diliputi kegelapan sementara
Earth Hour di Luna Park
Monumen Baiterek setinggi 97 meter sebelum dan selama Earth Hour di Kazakhstan ibukota Astana
Masyarakat menyalakan lilin sekitar 60 menit selama upacara untuk menandai Earth Hour di Islamabad, Pakistan
Cakrawala malam pada sebuah gedung pencakar langit di dekat Sungai Moskva di Moskow
Warga Filipina dengan antusias menyalakan lilin di kota Makati, selatan Manila, untuk menyinari perubahan iklim
Marina Bay Sands Hotel dan Museum ArtScience sebelum dan selama Earth Hour di Singapura
Seorang gadis kecil mengagumi nyala lilin sementara anak lain mendapat lilin yang dinyalakan oleh seorang pria selama 'Earth Hour' di Hanoi, Vietnam
(art)

16.13 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Nasib Menyedihkan Orangutan Di Kalimantan

Kerrie, bayi orang utan yang menjadi korban perambahan hutan untuk lahan sawit. Foto ini di ambil oleh Sean Whyte sebelum Kerrie meninggal akibat infeksi di dadanya. (Dok. Telegraph)
Talinews.com – Pulau Kalimantan pernah dijuluki sebagai paru-parunya dunia karena memiliki hutan hujan tropis yang lebat dan sangat eksotis. Aneka flora dan fauna khas hutan hujan tropis, tumbuh subur dan bisa ditemukan berkeliaran dalam hutan.

Julukan itu merupakan pengakuan dunia yang sempat membuat Indonesia berbangga hati. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia berusaha untuk bisa dikenal di mata dunia. Namun, saat ini kondisinya sudah berubah. Hutan hujan tropis sudah menipis, yang diakibatkan pembukaan lahan untuk perkebunan sawit dan pembalakan liar.

Pembukaan lahan yang mencapai ribuan hektar ini biasanya dilakukan dengan cara dibakar. Hal ini mengakibatkan musnahnya aneka flora yang ada, serta banyak fauna yang kehilangan habitat aslinya. Populasi flora dan fauna berkurang akibat tidak bisa bertahan hidup dan mati oleh kobaran api.

Fauna yang menjadi perhatian dunia adalah orang utan. Hewan mamalia dan primata khas Indonesia itu dahulu banyak ditemukan dihampir seluruh hutan, terutama di Kalimantan. Kini, keadaan telah berubah.

Orangutan diburu karena dianggap sebagai pengganggu lahan sawit. Kondisi menyedihkan yang dialami oleh orangutan, membuat para pecinta satwa di dunia mencoba untuk melakukan upaya penyelamatan dengan cara rehabilitasi di tempat penampungan satwa, yang digagas oleh suatu lembaga organisasi dunia.

Banyak gambaran menyedihkan mengenai nasib orangutan korban dari pembukaan lahan, seperti yang ditangkap dalam rekaman lensa seorang fotografer bernama Sean Whyte. Berdasarkan berita dari Telegraph, kumpulan foto yang ditampilkan dalam buku berjudul 'The Ape Crusader' diterbitkan oleh Halsgrove Publishing.

Mau tahu seperti apa nasib menyedihkan orangutan yang ditemui Sean Whyte di Kalimantan? Berikut Talinews tampilkan foto-fotonya.

Seekor orang utan dewasa yang tampak lemah tak berdaya dalam kerangkeng.
Momo dan Mimi dua bayi yatim piatu orangutan muda yang ditemukan di belakang rumah masyarakat di Sintang. Mereka berpelukan satu sama lain dalam ketakutan, tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka berikutnya.
Momo dan Mimi yang tampak jauh lebih bahagia dan sehat sekarang mereka berada di sebuah pusat penyelamatan orang utan.
Sean Whyte sedang membantu menyusui bayi orang utan, Kerrie
Ekspresi Kerrie yang lucu sebelum pada akhirnya ia meninggal akibat infeksi di dadanya.

(art)

00.49 | Posted in , , | Read More »

Please share :