Headlines News :

Batu Pulau Kecil Ini Buat Hubungan China dan Filipina Memanas

Talinews.com, Filipina – Hubungan diplomatik antara Republik Rakyat China dan Filipina, sedang memanas. Letupan kecil permasalahan timbul akibat memperebutkan satu batu pulau kecil yang diklaim berada di wilayah masing-masing negara.

Diduga di kawasan pulau batu kecil ini kaya akan kandungan minyak bumi, inilah yang menjadi pemicu ketegangan antara Cina dan Filipina (Gambar: Youtube)
Batu pulau kecil itu diperebutkan karena memiliki kawasan yang kaya akan minyak, ikan, karang, dan potensi gas, di kawasan perairan yang ada di sekitarnya. Kekayaan sumber daya alam yang ada itulah yang menyebabkan munculnya percikan api pergolakan antara China dan Filipina.

Menurut editorial berita yang dilansir dari surat kabar militer China, The People's Liberation Army Daily, pekan lalu, pihak China menyatakan harus siap untuk menghadapi 'perang' dalam skala kecil dengan Filipina.

Tidak kalah panas, sebanyak 300 orang penduduk Filipina melakukan unjuk rasa di depan kantor kedutaan besar China di Manila. Mereka menuntut agar pemerintah China mengurungkan niatnya untuk merebut batu pulau kecil itu dari wilayah Filipina.

Gugusan batu di wilayah Laut China Selatan disebut negara China sebagai Pulau Huangyan. Sedangkan Filipina mengenal wilayah itu dengan sebutan Panatag Shoal atau Scarborough Shoal. Aksi sering klaim dua negara ini ditunjukkan dengan saling menancapkan bendera negara di batu pulau itu.

Berikut Talinews tampilkan video batu pulau kecil yang diperebutkan itu.



(art)

21.49 | Posted in , , , | Read More »

Please share :

Ditangkap, Tentara Taliban Kenakan Pakaian Wanita

Talinews.com, Afghanistan – Mengenakan pakaian wanita sepertinya sedang menjadi tren baru bagi para tentara Taliban, agar lebih memudahkan kegiatan mereka dalam mengawasi kegiatan tentara Amerika.

Militan Taliban yang ditangkap diperlihatkan kepada media di Mehterlam, sebelah timur Kabul. Prihatin dengan meningkatnya ancaman kepada pasukan AS, komandan militer telah menugaskan 'guardian angels' - tentara yang mengawasi rekan-rekan mereka bahkan saat mereka tidur - sebagai bagian dari serangkaian langkah-langkah pengamanan yang super ketat (Dok. Dailymail)
Seperti yang diberitakan Dailymail, Kamis (29/3), dua tentara Taliban mengenakan pakaian wanita berhasil ditangkap oleh tentara Amerika , diantara beberapa tentara Taliban lain yang juga ditangkap.

Mengenakan pakaian wanita yang menutupi hingga pergelangan kaki, tentara Taliban yang seorang diantaranya memiliki cambang dan jenggot yang lebat, mendapat penjagaan ketat dari tentara yang bersenjata.

Tentara Taliban yang mengenakan pakaian wanita ini ditangkap oleh pasukan yang disebut 'guardian angels'. Komandan militer Amerika Serikat (AS) di Afghanistan mengatakan, tentara Taliban itu merupakan mata-mata yang mengawasi setiap gerak-gerik tentara Amerika, meski para tentara AS sedang tidur sekalipun.

Para pemberontak berpakaian perempuan ini menunjukkan tekad Taliban untuk menyusup ke dalam pasukan koalisi
Penangkapan itu berhasil dilakukan setelah pihak AS memperketat penjagaannya. Seperti perintah yang dikeluarkan oleh Komandan Tinggi AS di Afghanistan, Jenderal Laut John Allen. Ia memerintahkan pasukan AS agar meningkatkan penjagaan terhadapat ancaman tidak hanya di luar area camp, tetapi juga di dalam area itu sendiri.

Tentara Taliban mengenakan pakaian wanita itu ditangkap di Mehterlam, provinsi Laghman, sebelah Timur Kota Kabul. Mereka yang tertangkap berjumlah tujuh orang, yang menyusup ke daerah pasukan koalisi dengan menyamar sebagai perempuan.

"Kami telah mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi diri kita sendiri dari para penyusup, termasuk pengaturan tidur, pertahanan internal yang terkait dengan pangkalan-pangkalan kecil dimana kami beroperasi," ujar Allen.

Langkah-langkah keamanan dilakukan setelah militer AS keliru saat membakar Al-quran dan bahan keagamaan lain pada Februari lalu. Kekeliruan ini memicu demonstrasi anti Amerika dan menimbulkan kerusahan.

Pada bulan yang sama, dua penasehat militer AS tertembak mati di meja kerjanya, di salah satu bangunan kementerian yang paling dijaga ketat di Kabul. Akibat penembakan itu, lebih dari 300 orang penasehat militer AS ditarik keluar kementerian Afghanistan. (art)

14.20 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Obama: Pakistan Harus Hormati AS

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani (kiri) dan Presiden AS Barrack Obama di KTT nuklir, Seoul (Foto: Oyetimes)
Talinews.com, Seoul - Hubungan Amerika dan Pakistan akhir-akhir ini tidak harmonis. Kerenggangan hubungan kedua negara ini diawali penyerbuan militer Amerika yang menewaskan Osama Bin Laden di Pakistan Utara Mei lalu dan secara tidak sengaja menewaskan 24 tentara Pakistan selama penyerangan NATO di perbatasan Afganistan bulan september.

Obama disela-sela KTT nuklir di Seoul menyatakan bahwa kajian Pakistan mengenai hubungannya dengan Amerika akan seimbang dan menghormati bukan saja kedaulatan Pakistan tetapi juga kepentingan keamanan Amerika. Hal disampaikan Obama kepada wartawan sebelum melakukan pembicaraan empat mata dengan Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani, selasa (27/03/2012).

"Adakalanya kita harus terus terang dan dalam beberapa bulan terakhir hubungan kedua negara mengalami ketegangan," demikian kata Obama kepada Gilani seperti yang dilansir VOA News.

"Pakistan bertekad memerangi ekstrimisme dan terorisme dan menginginkan kestabilan dan keamanan di Afganistan." Ia menambahkan, "Jika ada kestabilan dan kedamaian di Afganistan, maka akan ada kestabilan dan kedamaian di Pakistan dan di seluruh kawasan itu". (ahs)

13.56 | Posted in , , | Read More »

Please share :

Seorang Pendemo Tibet Bakar Diri

Seorang pria Tibet yang tidak disebutkan namanya berlari 50m sambil membakar diri di luar parlemen India (Dok. Dailymail)
Talinews.com, India – Seorang pendemo asal Tibet yang tidak diketahui namanya melakukan aksi bakar diri di depan gedung parlemen India, Senin (26/3). Aksi demo ini dilakukan menjelang kedatangan Presiden China, Hu Jintao, yang akan menghadiri summit meeting di India pada pekan depan.

Aksi demo dilakukan untuk memprotes kekuasaan China atas Tibet. Demo berubah menjadi kepanikan saat seorang laki-laki menyeruak dari ratusan pendemo, dan langsung menyulut dirinya dengan api. Ia kemudian berlari menuju pendemo yang sedang berorasi dengan tubuh diselimuti kobaran api.

Setelah mencapai jarak sekitar 50 meter, pelaku bakar diri itu ambruk di jalan beraspal. Pertolongan segera dilakukan oleh pendemo lain, dengan membantu memadamkan api menggunakan bendera Tibet yang dibawa.


Pelaku bakar diri dilarikan ke rumah sakit New Delhi, karena menderita luka bakar yang cukup parah. Berdasarkan berita yang dilansir dari Dailymail, lebih dari 600 orang mengikuti unjuk rasa itu. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan penolakan atas kehadiran Presiden China dalam pertemuan yang dilakukan di India. Mereka juga membawa bendera Tibet, sambil menyerukan teriakan 'Tibet bukan bagian dari China'.

Aksi bakar diri terhitung sudah dilakukan oleh 30 orang pengunjuk rasa asal Tibet. Mereka melakukan aksi itu sebagai bentuk protes atas kekuasaan Negara China di tanah air mereka. Selama ini warga Tibet berusaha untuk melepaskan diri dari China.

Mereka mengatakan bahwa wilayah Himalaya merupakan daerah yang sudah berdiri sendiri sejak berabad lalu. Namun, China tetap bersikeras menyatakan bahwa Tibet merupakan bagian dari wilayahnya. (art)

20.47 | Posted in , , | Read More »

Please share :